Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 1940-1984

Perkembangan pesantren di Indonesia sangat menarik untuk diteliti karena pesantren merupakan salah satu pendidikan Islam yang sampai saat ini tetap eksis ditengah pendidikan yang bersifat umum. Sistem pendidikan secara dikotomis dibedakan menjadi dua yaitu sistem pendidikan umum dan sistem pendidikan agama.  Pesantren merupakan salah satu bentuk sistem pendidikan agama (Islam). Pesantren merupakan cikal bakal pendidikan Islam di Indonesia, didirikan karena adanya tuntutan dan kebutuhan zaman, hal ini bisa dilihat dari perjalanan sejarah, dimana bisa dirunut kembali sesungguhnya pesantren dilahirkan atas kesadaran kewajiban dakwah Islamiyah, yakni menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam sekaligus mencetak kader-kader ulama atau da’i.[1]

Continue reading “Perkembangan Pesantren Persatuan Islam 1940-1984”

DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959)

Setelah adanya pengakuan kedaulatan oleh pemerintah Belanda melalui Konferensi Meja Bundar tahun (KMB) 1949, Indonesia memasuki suatu periode baru, yang lebih dikenal dengan Masa Demokrasi Liberal. pada masa ini, iklim politik dan kondisi perekonomian di Indonesia tidak berjalan stabil. Seringnya pergantian kabinet akibat kebebasan berdemokrasi berpengaruh pada banyak sektor hingga menyebabkan ancaman disintegrasi bangsa dan semakin merosotnya kondisi perekonomian Indonesia menjadi bagian yang tak terpisahkan selama periode ini.

Continue reading “DEMOKRASI LIBERAL (1950-1959)”

Sejarah Singkat Bandung Lautan Api [24 maret 1946]

Suatu hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu “Halo Halo Bandung” ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang sekarang telah menjadi lautan api.

Continue reading “Sejarah Singkat Bandung Lautan Api [24 maret 1946]”

Dampak Ekonomis STP bagi Masyarakat Jawa pada abad 18

Menjelang akhir dekade ke-3, pemikiran dalam bidang ekonomi politik sekitar Jawa jajahan semakin menjurus ke arah pihak konservatif dan menjauh dari politik liberal. Ada beberapa sebab yang mendorong perkembangan itu. Sistem pajak tanah dan sistem perkebunan (Landelijk Stelsel) selama 30 tahun banyak mengalami hambatan tidak lain karena sistem liberal ternyata tidak sesuai dengan struktur sosial yang sangat feodal di Jawa dengan segala ikatan tradisionalnya. Pemerintah kolonial tidak mampu menembusnya dan langsung berhubungan dengan rakyat secara bebas. Meskipun sistem perdagangan belum dapat berjalan secara bebas sepenuhnya, sudah tampak keramaian perdagangan hasil ekspor, namun dikuasai oleh Inggris yang memiliki modal yang sangat kuat.

Continue reading “Dampak Ekonomis STP bagi Masyarakat Jawa pada abad 18”