Tag Archive: demak


The Nusantara Archipelago during the height of...

Peta Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya

Tim Wacana Nusantara

1 April 2009

HJ. De Graaf dan Th. Pigeaud dalam bukunya Kerajaan Islam Pertama di Jawa, Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI (terjemahan Grafiti Pers), memberikan beberapa keterangan yang menyoalkan atas permasalah hancurnya Majapahit. Tulisannya mengupas beberapa peristiwa yang mungkin luput dari pandangan kita. Apa pun tulisan mereka hanya sebuah kecenderungan dari pola pikir yang terbentuk atas data-data yang mereka temukan dan mereka nilai benar.
Menurut cerita rakyat Jawa, tahun kejadiannya adalah 1487 M. Diambil dari kalimat terkenal Sirna Ilang Kertaning Bhumi = Musnah Hilang Keagungan Negeri = 1400 J = 1487 M, yang dipercaya sebagai tahun keruntuhan Majapahit. Tapi kedua ilmuwan Belanda tersebut mendapatkan bukti-bukti yang berbeda.
Kerajaan Majapahit ternyata tidak runtuh di tahun 1487 M. Meksi begitu, tahun itu ternyata bukan tahun yang tidak penting. Pada tahun itulah raja pertama Demak mulai memerintah. Di catatan-catatan Jawa dia disebut dangan nama Raden Patah (dari kata Arab: Al Fatah, “kemenangan gemilang”).

Continue reading

Setelah mempelajari modul ini Anda dapat:

  1. menjelaskan peranan kerajaan Samudra Pasai di bidang perdagangan;
  2. menjelaskan peranan kerajaan Demak di bidang agama;
  3. menguraikan perkembangan kerajaan Banten pada masa Sultan Ageng Tirtayasa;
  4. menguraikan latar belakang berdirinya kerajaan Mataram;
  5. menjelaskan perkembangan kerajaan Gowa Tallo pada masa Sultan Hasannudin; dan
  6. menjelaskan peranan kerajaan Ternate-Tidore dalam rangka meperebutkan hegemoni perdagangan di Maluku.

Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam yang pertama. Mengenai awal dan tahun berdirinya kerajaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi menurut pendapat Prof. A. Hasymy, berdasarkan naskah tua yang berjudul Izhharul Haq yang ditulis oleh Al-Tashi dikatakan bahwa sebelum Samudra Pasai berkembang, sudah ada pusat pemerintahan Islam di Peureula (Perlak) pada pertengahan abad ke-9.

Perlak berkembang sebagai pusat perdagangan, tetapi setelah keamanannya tidak stabil maka banyak pedagang yang mengalihkan kegiatannya ke tempat lain yakni ke Pasai, akhirnya Perlak mengalami kemunduran.

Dengan kemunduran Perlak, maka tampillah seorang penguasa lokal yang bernama Marah Silu dari Samudra yang berhasil mempersatukan daerah Samudra dan Pasai. Dan kedua daerah tersebut dijadikan sebuah kerajaan dengan nama Samudra Pasai.

Kerajaan Samudra Pasai terletak di Kabupaten Lhokseumauwe, Aceh Utara, yang berbatasan dengan Selat Malaka. Untuk mengetahui letak Samudra Pasai, simaklah gambar peta Sumatera berikut ini.

Peta lokasi Kerajaan Samudera Pasai

Berdasarkan lokasi kerajaan Samudra Pasai tersebut, maka dapatlah dikatakan posisi Samudra Pasai sangat strategis karena terletak di jalur perdagangan internasional, yang melewati Selat Malaka.

Dengan posisi yang strategis tersebut, Samudra Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang cukup kuat, dan di pihak lain Samudra Pasai berkembang sebagai bandar transito yang menghubungkan para pedagang Islam yang datang dari arah barat dan para pedagang Islam yang datang dari arah timur. Keadaan ini mengakibatkan Samudra Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat pada masa itu baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Continue reading

%d bloggers like this: